Senin, 30 Maret 2009

Grand Theft Auto: Chinatown Wars


Serial Grand Theft Auto (GTA) sepertinya memang tidak ada matinya. Setiap kali Rockstar merilis game baru, tidak peduli konsol apapun, pasti game tersebut akan meledak. Memang GTA merupakan sebuah game andalan Rockstar yang paling utama. Sampai sekarang, tidak ada satupun studio game yang telah mencoba mengadopsi tipe gameplay bersifat open world seperti GTA, mengalami tingkat kesuksesan tinggi.

GTA: Chinatown Wars merupakan sebuah game baru dari Rockstar yang dirilis secara eksklusif untuk Nintendo DS. Tapi bagi para gamer hardcore, pasti akan pernah timbul perasaan kalau game ini sama sekali tidak cocok dirilis untuk konsol kasual seperti Nintendo DS. Banyak yang bisa menjadi pemacu pikiran tersebut. Di samping spesifikasi dari Nintendo DS yang dapat dikatakan paling lemah di antara semua konsol handheld generasi baru, Nintendo DS juga sudah terkenal sebagai konsol handheld untuk game-game yang lebih cenderung kasual. Tapi Rockstar mencoba untuk memecahkan perisai tersebut dengan mencoba merilis GTA: Chinatown Wars. Hasilnya? Cukup mengesankan. Mereka sama sekali tidak pesimis dengan hasil akhirnya.

Kisah dalam GTA: Chinatown Wars kali ini akan dibintangi oleh seorang pria bernama Huang Lee yang sedang dalam perjalanan ke Liberty City untuk mengantarkan sebuah pedang simbolis kepada pamannya, Uncle Kenny. Ayah dari Huang Lee yang adalah seorang pemimpin triad, secara misterius dibunuh dan pedang tersebut harus diwariskan dari ayahnya kepada pamannya. Sial untuk Huang karena pada saat ia tiba, ia langsung disergap dan pedangnya dicuri kemudian dibiarkan telantar dalam keadaan sekarat di pelabuhan. Disitulah pemain akan memulai karir di dunia kriminal Liberty City pada Nintendo DS. Kami tidak akan memberikan spoiler apapun kepada gamer. Akan kami biarkan gamer sendiri yang melihat sendiri kejutan-kejutan yang ada.

Yang akan kami jelaskan disini adalah gameplaynya sendiri. Pihak Rockstar kembali menggunakan sudut pandang klasik seperti seri Grand Theft Auto dan Grand Theft Auto 2. Mungkin lebih tepat kami katakan gambarnya sebagai sama tapi tidak sama. Alasan kami mengatakan itu adalah karena seluruh desain kota seperti bangunan, kendaraan, halangan-halangan semuanya berbentuk 3D. Kamu akan menemukan mobil yang bisa berputar saat melewati rintangan dengan sebelah roda atau tiang lampu yang roboh ke jalanan. Dapat kami katakan bahwa gameplay dalam game ini benar-benar seperti halnya seri GTA sekarang ini.

Seperti yang kita ketahui, Liberty City selalu cenderung berubah setiap kali Rockstar menciptakan game yang baru. Tapi untuk Chinatown Wars, tim pengembang dari game ini menyesuaikan versi kota tersebut sesuai dengan kota besar dalam Grand Theft Auto. Kamu akan menemukan semua jalan pintas, jalan belakang dan masih banyak lagi jalan lain yang dapat kamu temukan. Uniknya lagi, kali ini seluruh kota sudah terbuka dan dapat kamu jelajahi dari awal. Seperti biasa, kebebasan pemain untuk menjelajahi kota dalam GTA dengan seenak hati merupakan poin yang membuat game ini menjadi adiktif. Apabila kamu menemukan sebuah kendaraan, kamu hanya perlu merampasnya dan mengendarainya. Tentu saja kadang kamu akan dikejar oleh pihak berwenang yang melihat kejadian tersebut, tapi secara harafiah, seluruh kendaraan dalam Grand Theft Auto adalah milikmu. Ada banyak sekali jenis kendaraan yang tersedia di kota. Ada yang lalu lalang di jalanan dan ada juga yang terparkir begitu saja di kota. Jangan menganggap bahwa berhubung ini adalah Nintendo DS, maka seluruh kendaraan dalam Nintendo DS akan memiliki cara penanganan dan kontrol yang sama. Model yang diberikan berbeda dan kontrol juga akan berbeda. Mobil van akan terasa berat, sedangkan sepeda akan terasa ringan. Mungkin kamu akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengetahui kendaraan mana yang paling cocok untukmu.

Tentu saja kamu dapat berjalan begitu saja di jalanan tanpa menggunakan kendaraan dan dalam Chinatown Wars, kamu akan menjalankan beraneka ragam misi yang lebih membutuhkan senjata daripada bensin. Senjata dalam Chinatown Wars juga cukup beraneka ragam. Mungkin bisa disetarakan dengan Grand Theft Auto 4. Pistol, senjata mesin dan flamethrower sudah tersedia dari awal di pedagang senjata Ammunation. Kamu akan menggunakan sistem lock-on untuk membidik musuh (atau warga biasa) dan menghabiskannya dengan mudah. Mungkin disini terdengar mudah, tapi sejujurnya, kamu perlu menguasai kontrol pada Nintendo DS sebelum kamu terbiasa. Tetapi setelah kamu terbiasa dengan sistem lock-on tersebut, barulah mungkin kamu akan dapat menyelesaikan misi dengan mudah.

Kalau dalam Grand Theft Auto IV kamu menggunakan telepon genggam sebagai media komunikasi, maka kali ini kamu akan mendapatkan PDA sebagai media komunikasimu. Semua yang kamu lakukan akan melibatkan fitur touch-screen personal data assistant seperti GPS waypoint selection, pemilihan senjata dan pemeriksaan email. Sistem yang diberikan didesain sedemikian rupa sehingga memudahkan kamu untuk berinteraksi. Contoh, bila kamu mendapatkan kiriman email dari seseorang, kamu hanya perlu menyentuh sebuah link di bagian bawah layar touch-screen DS untuk menemukan lokasi mereka di GPS dengan mudah.

Sistem yang diberikan oleh Rockstar benar-benar sangat efektif. Terutama pada tambahan baru game ini yaitu elemen perdagangan obat bius. Hampir seluruh keadaan ekonomi di Chinatown Wars berkisar pada membeli dan menjual obat bius di seluruh kota. Kamu membeli dengan harga murah dan menjual dengan harga tinggi. Selama perjalanan hidupmu di Liberty City, kamu akan berteman dengan para pedagang obat tersebut dan mereka akan sering memberikan tips mengenai pedagang yang sedang membutuhkan. Transaksi tersebut didesain sedemikian rupa sehingga tidak terlihat hanya seperti sebuah mini game saja. Sebagai selingan, kadang kamu akan disergap oleh pedagang obat bius lain. Tapi untungnya, kamu bisa menyimpan kelebihan barangmu di tempat persembunyian.

Ada lagi kejutan lain yang juga akan kamu temukan. Beberapa kendaraan tidak mudah untuk dibajak dan kadang akan membutuhkan kerja ekstra untuk bisa mendapatkan mobil tersebut. Lalu saat kamu mengendarai kendaraan dan melewati begitu saja gerbang tol tanpa membayar, kamu akan mendapatkan tingkat wanted level yang mungkin tidak kamu kehendaki. Gembok pada gerbang perlu dipotong, bom perlu diletakan dengan benar. Semuanya itu akan kamu atur menggunakan layar touch screen. Mungkin kamu akan berasa bahwa semuanya ini tidak perlu. Tapi seiring permainan, kamu pasti akan merasa bahwa stylus-mu adalah sebuah alat dunia kriminal.

Seperti biasa, ada kelebihan pasti juga ada kekurangan. Tapi kekurangan di sini bukanlah kekurangan yang sangat parah. Yang kami maksud adalah kekurangan pada saat kamu melemparkan granat dan projektil lainnya. Apabila kamu mau melempar bom, kamu perlu mengetukan stylus tersebut ke sebuah icon dan kemudian menggesernya di seputar radius 360 derajat tersebut untuk melemparkannya. Agak merepotkan. Kami juga sedikit merasa kehilangan semua cutscene penuh animasi yang sudah biasa disajikan dalam konsol dan PSP. Kami sebenarnya lebih memilih cutscene tersebut dibandingkan hanya percakapan visual yang terkesan seperti komik dalam Chinatown Wars. Sangatlah sulit untuk membaca kelakuan dari seluruh karakter yang ada dalam game dan semua omongan bersifat sarkastik akan sulit untuk dibaca hanya dengan mengandalkan teks yang disediakan. Begitupula dengan BGM yang diberikan. Walaupun bisa dikatakan cukup, tapi kami merasa BGM ini kurang menggigit.

Tapi kami sangat mengerti batasan yang dimiliki oleh Nintendo DS. Walau game ini tidak sekeren game GTA di konsol next gen seperti PlayStation 3, Xbox 360 atau bahkan PSP tapi gambar pada Chinatown Wars cukup bagus. Dengan kecepatan sekitar 30 frame per detik, kamu hanya akan mengalami masalah kelambatan saat seluruh layar DS-mu dipenuhi oleh polisi saat tingkat wanted-mu sudah di tingkat ke 3 ataupun 4.

Sebelum kami lupa, salah satu tambahan yang paling keren dalam Chinatown Wars ini adalah sistem wanted. Daripada mencoba kabur untuk menghindari polisi, sekarang kamu justru diharuskan untuk menyerang polisi secara agresif menggunakan kemampuan mengendaraimu. Benar-benar sebuah elemen baru yang menghembuskan angin baru dalam tingkat penyerangan dan juga ketegangan.

Secara keseluruhan, game ini memakan waktu sekitar 15 jam untuk diselesaikan, tergantung pada seberapa banyak kamu berhenti dari jalan cerita utama untuk mengurusi urusan sampingan di Liberty City. Tapi, walau jalan cerita utama sudah habis, kamu masih memiliki banyak hal yang dapat kamu lakukan di kota seperti balapan, transaksi narkoba, misi sampingan, Rampage mini-games dan juga tugas untuk menghancurkan kamera tersembunyi di kota. Semua hal yang kamu lakukan di Liberty City akan dilacak dan kamu bahkan bisa meng-upload status tersebut ke Rockstar’s Social Club dan bahkan membandingkan score yang kamu dapatkan dengan temanmu. Misi baru juga akan terbuka dengan menggunakan fungsi online di Chinatown Wars. Tentu saja kamu juga akan menemukan fitur multiplayer apabila kamu bisa menyambungkan koneksi secara lokal dengan teman-temanmu, jadi kamu akan mendapatkan banyak sekali gameplay menarik yang dapat kamu mainkan di Grand Theft Auto: Chinatown Wars.

Untuk fitur multiplayer, kamu bisa bermain bersama dengan temanmu dalam pilihan permainan kompetitif. Sebanyak 4 orang bisa langsung memainkan mode seperti "capture the flag" dimana kamu akan balapan demi sebuah Van yang tersembunyi di kota kemudian membawa Van tersebut kembali ke tempat persembunyianmu. Ada juga mode kerja sama seperti "Defend the Base" yang dapat kamu mainkan bersama.

Komentar terakhir kami mengenai game ini, game ini secara keseluruhan sangat memuaskan. Walau banyak elemen yang tidak bisa disertakan karena terbatasnya kemampuan sebuah Nintendo DS, tapi banyak juga elemen baru yang disertakan di dalamnya. Kami sangat menikmati game ini dan juga sangat merekomendasikannya untuk semua penggemar Grand Theft Auto.

Street Fighter IV

href="http://3.bp.blogspot.com/_PfMJ9VJUsrc/SdCSLtRulLI/AAAAAAAAACM/IMFH0OWwZpo/s1600-h/1646m.jpg">

Kehadiran Street Fighter IV di konsol sudah dinantikan banyak orang di Indonesia, apalagi pusat-pusat arcade di Indonesia lebih suka menyediakan serial Tekken dibanding Street Fighter. Jadi bisa dibilang kalau game Street Fighter IV versi konsol, sudah ditunggu ribuan penggemarnya di Indonesia. Penasaran dengan apa saja yang dimiliki oleh game ini untuk memanjakan penggemarnya? Silahkan baca terus review kami yang satu ini.
Street Fighter adalah salah satu waralaba milik Capcom yang telah bertahan selama kurang lebih dua puluh tahun, dan tampaknya dengan kemunculan Street Fighter IV, Capcom berhasil memperpanjang umur serial Street Fighter. Bagi siapapun yang pernah mengenal serial Street Fighter dari jaman arcade, pasti akan sangat tertarik dengan evolusi yang dimiliki oleh Street Fighter IV, tetapi bagi yang belum mengenal seri tersebut, Street Fighter IV adalah game yang tepat untuk mencobanya. Kita akan disuguhi pertarungan yang tradisionil tetapi diimbuhi dengan beragam efek dan fungsi yang tergolong modern.

Memainkan Street Fighter IV sama rasanya dengan memainkan game-game fighting tradisional yang terfokus pada pertarungan satu lawan satu secara 2D dan digarap dengan sangat baik. Kita tahu, kalau Street Fighter sudah mengalami evolusi berkali-kali, seperti tweak pada beberapa karakter dan penambahan beberapa karakter baru yang memperkaya gaya permainan. Dalam Street Fighter IV semua karakter mempunyai beberapa gerakan dasar dan gerakan pamungkas yang membuat permainan berjalan dan berevolusi sedemikian rupa bergantung pada kemampuan dan strategi yang dimiliki oleh orang yang ada di belakang kontroller.
Walaupun penjelasan di atas terdengar rumit, tetapi sesungguhnya Street Fighter IV bisa dinikmati oleh siapapun. Sebagai bukti, bagi pemain yang pernah memainkan serial Street Fighter sebelumnya silahkan pilih karakter standar seperti Ryu dan Ken, dan bertempurlah seperti biasanya, dijamin kalian tidak akan menemukan kesulitan yang berarti saat menghajar musuhmu dengan houdoken atau shoryuken. Walaupun demikian mudahnya bukan berarti sistem yang ada di dalam Street Fighter IV sama dengan episode-episode terdahulunya, bahkan para ahli Street Fighter sekalipun, harus mempelajari kembali beberapa sistem baru yang cukup berbeda.
href="http://3.bp.blogspot.com/_PfMJ9VJUsrc/SdCSLtRulLI/AAAAAAAAACM/IMFH0OWwZpo/s1600-h/1646m.jpg">

Salah satu sistem baru yang cukup menarik untuk disimak adalah, Focut Attack. Gerakan Focus Attack biasanya tidak dipakai oleh pemula, biasanya para pemula yang memakai Ryu atau Ken lebih memilih untuk melontarkan houdoken sebanyak-banyaknya sambil melakukan shoryuken untuk menghadang orang yang mencoba mendekatinya. Tetapi coba bayangkan kalau Focus Attack dipakai oleh orang yang sangat ahli memainkan Street Fighter IV. Gerakan ini akan dia pakai untuk menambah sebuah layer serangan di sela-sela serangan untuk kemudian ditambahi lagi dengan serangan super atau serangan lainnya. Focus Attack itu sendiri pada dasarnya mirip dengan fitur parry yang ada di Street Fighter III, bedanya saat melakukan Focus Attack karakter kita akan tetap menerima kerusakan, tidak seperti parry yang benar-benar mementahkan semua serangan bahkan serangan super sekalipun. Focus Attack bisa kamu keluarkan dengan menahan tombol tendangan dan pukulan medium sekaligus. Focus Attack juga memiliki tingkatan kekuatan yang berbeda-beda tingkat kerusakannya, tergantung dari lamanya menahan kedua tombol serangan.
Sistem baru lainnya adalah serangan super yang mirip dengan DM pada serial KOF dan serangan ultra yang mungkin bisa disamakan dengan SDM dari serial KOF. Serangan super bisa dikeluarkan saat super bar yang ada di terisi penuh, sedangkan serangan ultra bisa dilancarkan kalau bar yang bentuknya membulat di sebelah bar ultra terisi penuh dan menyala. Cara pengisian kedua bar ini sangat berbeda, meteran super diisi dengan cara mendaratkan serangan ke arah musuh, sedangkan meteran ultra terisi karena menerima serangan musuh. Diharapkan dengan adanya fitur serangan ultra, pemain yang berada dalam kondisi terjepit sekalipun akan memiliki kans untuk membalikkan keadaan. Meteran super memiliki sebuah fungsi yang lain, fungsi tersebut adalah untuk mengeluarkan gerakan tipe EX. Serangan EX adalah sebuah serangan yang memiliki kerusakan atau animasi tambahan dibandingkan serangan spesial biasa. Cara memakainya adalah dengan menekan dua tombol serangan yang sama saat melancarkan sebuah serangan spesial.
Street Fighter IV memang kaya kombinasi, apalagi bila ditambahkan fitur cancel. Pada intinya serangan cancel berguna untuk memasukan sebuah layer serangan ditengah-tengah serangan, dan hal tersebut cukup sulit dimengerti pemula. Untunglah Street Fighter IV memiliki Challenge Mode yang bisa mengajari setiap orang apa saja gerakan dasar yang bisa dilakukan oleh setiap karakter, termasuk di dalamnya gerakan cancel. Dengan adanya Challenge Mode yang cukup lengkap bisa dipastikan kalau Street Fighter IV merupakan game yang pas untuk mulai mempelajari sistem-sistem Street Fighter baik bagi pemula sekalipun seperti yang pernah kami singgung di atas.
Ada banyak karakter baru yang disertakan kali ini seperti, Abel, Crimson Viper, Rufus dan El Fuerte. Lupakan karakter-karakter baru yang mirip dengan Barbie dan Ken yang biasanya ada di serial King of Fighter. Capcom lagi-lagi memberikan kita karakter yang memiliki fisik seperti petarung sungguhan (kecuali Rufus) bukan badan yang indah dan seksi tetapi bisa membanting sebuah robot setinggi dua meter seperti Nina William atau Ling Xiaoyu. Beberapa karakter terasa terlalu lemah atau terlalu kuat, Capcom memang selalu menyebalkan kalau untuk urusan yang satu ini. Walaupun begitu bukan berarti karakter-karakter lemah tidak memiliki kans untuk mengalahkan karakter kuat. Dengan strategi yang tepat, beberapa karakter ternyata memiliki kelebihan sendiri yang bisa dipakai untuk mengalahkan karakter lainnya.
Setelah puas membicarakan fitur tehnik dari Street Fighter IV kayaknya kita juga harus membahas grafis Street Fighter IV yang cukup revolusioner. Street Fighter IV memiliki grafis yang mirip dengan penggabungan antara 3D dengan 2D. sangat mirip dengan cell shading tetapi memiliki sentuhan cat minyak yang cukup abstrak dan keren. Penggambaran yang sangat artistik ini masih ditambahi lagi dengan background yang cukup mencolok dan sangat rancak, terutama pada bagian stage pasar yang merupakan remake dari Street Fighter II. Jadi bisa diambil kesimpulan, secara grafis Street Fighter IV masuk ke kategori jempolan, karena seperti menggabungkan dua unsur yang sangat berbeda dan belum pernah diterapkan pada game fighting sebelumnya. Kalau untuk urusan suara tidak ada masalah yang mengganjal pada musik di background, masalah paling besar malah datang dari voice acting Inggris yang cukup buruk. Untunglah Street Fighter IV memiliki fitur pengubah bahasa sehingga kita tidak perlu mendengarkan Ryu berbahasa Inggris yang tidak enak didengar.
Street Fighter IV masuk ke dalam judul game yang wajib kamu miliki tidak bisa tidak, apalagi kalau kamu penggemar game fighting, titik. Tetapi sebelumnya kami ingatkan bagi pemilik Xbox 360 yang ingin segera memainkan Street Fighter IV di konsol kesayangannya. Kontroler Xbox 360 untuk sebagian orang tidak terlalu enak apabila dibandingkan milik PS3, sehingga memainkan Street Fighter IV di Xbox 360 membutuhkan adaptasi kusus.

Star Ocean: The Last Hope



Setelah lama tergiur dengan trailer dan teaser yang beredar di internet, akhirnya gamer bisa memenuhi hasrat untuk memainkan salah satu game RPG terkenal yang paling ditunggu ini. Star ocean: The last hope merupakan sebuah game yang (sayangnya) eksklusif hanya untuk Xbox 360. Memang agak disayangkan karena game ini hanya dikeluarkan untuk Xbox 360. Tapi, kami tidak heran. Grafik yang diberikan benar-benar grafik kualitas tinggi yang hanya dapat ditunjukan oleh konsol next-gen seperti Xbox 360.

The last hope ini merupakan seri prekuel dari beberapa seri sebelumnya. Tidak akan ada masalah bagi kalian yang berencana untuk memainkan game ini, tapi tidak pernah memainkan game-game sebelumnya. Tentu saja akan menjadi titik lebih apabila kalian sudah pernah memainkan game sebelumnya, karena nanti gamer akan mendapatkan gambaran mengenai masa depan (dari game yang sudah pernah gamer mainkan). Last Hope menjelaskan tentang langkah pertama umat manusia untuk pergi ke luar angkasa setelah terjadi Perang Dunia III yang mengakibatkan bumi tidak dapat ditinggali lagi.

Semuanya dimulai setelah dijelaskan sekilas mengenai perang yang telah menghancurkan segalanya dengan perkenalan terhadap karakter utama game ini, yaitu Edge Maverick dan teman masa kecilnya, Reimi Saionji. Mereka berdua merupakan anggota dari sebuah tim terpilih yang akan mengarungi angkasa dengan tujuan mencari tempat tinggal baru bagi umat manusia. Secara garis besar, mereka adalah harapan terakhir umat manusia setelah Bumi tidak dapat ditinggali lagi. Tentu saja perjalanan mereka ini tidak berjalan dengan mulus dari awal perjalanan. Mereka terus menerus menghadapi serangkaian kejadian yang menyebabkan pencarian rumah baru bagi umat manusia menjadi sulit.

Walaupun Star ocean memikul motif sci-fi, game ini tidak dapat kabur dari kebiasaan-kebiasaan yang telah terinspirasi oleh anime RPG. Kamu harus berhadapan dengan monster-monster, karakter-karakter akan terkena racun dalam pertarungan dan karaktermu berubah warna menjadi hijau dan banyak peti-peti yang berisi barang berharga di lokasi-lokasi yang tidak terkira. Semuanya itu dimulai dengan mengendalikan sekelompok pahlawan muda, dipimpin oleh seorang pemuda dengan rambut pirang spiky yang masih berada di ambang kedewasaan dan masih banyak yang harus dipelajari. Jadi, bagi mereka yang ingin memainkan sebuah game yang revolusioner, jangan terlalu banyak berharap karena Star ocean: The last hope adalah sebuah game tradisional JRPG secara umum.

Tema cerita kali ini adalah persahabatan, evolusi dan pertumbuhan. Salah satu hal yang menyebabkan game ini terasa lebih lambat adalah cutscenes yang terlalu panjang. Kadang kala, satu cutscene saja bisa menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Jalan ceritanya sendiri cukup bagus dan ada beberapa saat yang mengharukan di akhir game, tetapi dengan cara penyajiannya yang memberikan animasi yang terlalu dramatis, dialog yang sedikit tidak alami dan kecenderungan untuk menjelaskan rencana beberapa kali menyebabkan kekuatan game ini sedikit berkurang.

From : Vincent (Kotak Game)

Sabtu, 28 Maret 2009

Resident Evil 5




Game yang akan kami review kali ini sudah memulai debutnya di tahun 1996 dan memiliki jutaan penggemar setia yang selalu menanti-nantikan kelanjutan ceritanya. Dalam game tersebut kita akan berhadapan dengan serangan zombie dan monster-monster lainnya, pasti kalian sudah menduga game apa yang akan kami review kali ini. Yak betul sekali, game yang kami maksud adalah Resident Evil 5.
Resident Evil 5 sudah menjadi hype tersendiri di dunia game, nama besar serial Resident Evil atau Bioharzard seperti sudah menjadi jaminan mutu. Bahkan bisa dibilang serial Resident Evil tidak pernah tampil mengecewakan. Prestasi tersebut rupa-rupanya diwariskan ke Resident Evil 5 sebagai seri pertama yang singgah pada konsol next-gen sama seperti Devil may Cry 4 yang dirilis pada awal tahun 2008 kemarin.
Di Resident Evil 5 kita akan berperan sebagai Chris Redfield yang sudah menjadi anggota BSAA (Bioterrorism Security Assessment Alliance). Kali ini Chris berpasangan dengan Sheva Alomar bukan Jill Valentine. Kayaknya mentang-mentang Chris masuk ke BSAA dan memiliki waktu libur yang lebih lama dari Leon, Chris yang tampil di Resdient Evil 5 memiliki otot yang lebih kekar dan dada yang lebih bidang dari Carlos Olivera sekalipun. Saking kekar dan berototnya badan Chris, kami sampai-sampai mengharapkan Chris terpeleset lidah dan meneriakkan Tatsumaki Senpu Kyaku atau Shoryuken (abis ototnya mirip dengan milik para karakter SF IV sih!).
Selama bertualang di Afrika Chris harus bahu membahu dengan Sheva untuk melawti rintangan ataupun mengalahkan para Majini (Plagas). Nama Plagas kembali dibawa-bawa di Resident Evil 5. Jadi bisa dipastikan kalau mahluk penyebab mutasi aneh dan mengerikan yang ada di sini bukanlah virus melainkan para parasit yang dulu pernah dihadapi oleh Leon. Para Uroboros/Majini (Plagas Type 2) langsung tumbuh menjadi dewasa, tidak seperti para Ganados yang mengalami fase anak-anak, loh kok jadi spoiler ya. Yang jelas Resident Evil 5 memiliki fitur offline co-op mirip dengan serial Gears of War, fitur ini sedikit banyak menghilangkan rasa horor dan survive yang ada di Resident Evil. Tapi enggak apa-apa, toh sebagai gantinya kita akan disuguhi aksi yang intens dan ketegangan yang tidak ada habis-habisnya.
Aksi Chris dan Sheva sepanjang permainan, sangat kental dengan unsur run and gun. Saking kentalnya, sampai-sampai kami merasa kalau Resident Evil 5 banyak sekali kehilangan unsur puzzle yang dulu biasanya menghiasi sepanjang permainan. Yah walaupun run and gun yang ada di sini bukan run and gun dalam arti sesungguhnya, sebab kita harus berdiri mematung saat ingin menembak musuh (mirip dengan cara Leon menembak di Resident Evil 4). Aksi yang sangat dominan di Resident Evil 5 untungnya didukung dengan banyaknya jenis persenjataan. Kita akan berhadapan dengan senjata bilogis yang canggih, jadi tidak ada salahnya kalau kita mempersiapkan diri dengan senjata-senjata yang sedikit lebih tradisional seperti peluru, granat ataupun roket dalam jumlah yang cukup banyak. Semua persenjataan tersebut bisa kita upgrade agar lebih efektif dan menyakitkan bagi para zombie, walaupun jujur saja kami masih mengharapkan kalau Chris tiba-tiba terpeleset lidah dan berteriak Hadouken sambil mengeluarkan bola api kebiruan (Tetep! Ngarep).
Peran Sheva dalam permainan bisa diisi oleh teman, baik secara split screen, system link ataupun online. Bila kita tidak memiliki ketiganya, alias teman lagi sibuk konsol terbanned ataupun internet lemot, peran Sheva bisa digantikan oleh AI. AI Sheva cukup pintar mengikuti pergerakan kita, walaupun sangat royal menghambur-hamburkan peluru. Jadi sebaiknya belikan Sheva senjata yang cukup ampuh menghabisi musuh dari jarak dekat seperti shotgun supaya dia tidak terlalu menghambur-hamburkan peluru yang kita miliki.
Bila AI Sheva agak bodoh karena boros, maka AI musuh jauh lebih bodoh lagi. Mereka sering sekali berlari ke arah kita kemudian terdiam minta ditembak atau malah kadang mereka berlari ke arah yang tidak semestinya. Satu-satunya yang menakutkan dari para Oboros adalah kelincahan dan daya tahan yang mereka miliki pada monster tipe tertentu. Khusus untuk para Ganados, mereka lebih sering merepotkan Chris karena jumlahnya dan cara berburu mereka yang keroyokan. Jadi bisa diambil kesimpulan kalau para AI dalam Resident Evil 5 membaik bila dibandingkan Resident Evil 4, tetapi tetap tidak bisa dibilang sempurna.
Kalau ditilik dari grafis, Resident Evil 5 memiliki grafis yang sangat aduhai secara artistik maupun teknik. Ketajaman gambarnya memanjakan mata apa lagi detil lingkungannya, dijamin kamu akan terkesima dengan suguhan grafis yang dimiliki oleh Resident Evil 5. Framerate dalam game ini juga tidak mengalami drop walaupun banyak musuh yang tampil di satu layar, hal ini tentu bisa menjadi sebuah bukti kalau Capcom memang selalu memoles waralaba andalan mereka agar selalu tampil prima. Dari sisi suara, tidak ada keluhan yang berarti menimpa Resident Evil 5, paling hanya masalah dialog yang kurang ekspresif dan mengena, sisanya patut untuk dipuji.
Setelah memainkan Resident Evil 5 sampai tamat, rasa-rasanya tidak kekurangan yang patut dicela kecuali AI yang masih bodoh. Resident Evil 5 bisa menjadi contoh bagaimana sebuah waralaba dipertahankan, walaupun ada isu kalau Resident Evil 6 akan mereboot segalanya. Sebelum itu terjadi, mari kita memainkan Resident Evil 5 sambil menerka-nerka, kira-kira game ini akan menjadi apa di masa depan. Apakah jadi di reboot atau tidak, yang jelas Resident Evil 5 wajib dimiliki oleh siapapun pemilik konsol next-gen terutama bagi yang menyukai ketegangan dan potong-memotong zombie.

Pidato Bahasa Indonesia

Assalamua’alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera. Ibu Marli yang saya hormati dan teman-teman saya sekalian. Terima kasih telah memberikan saya kesempatan pada hari ini untuk sekali lagi berbicara di depan kelas.

Sebelum itu, mari kita ucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmatnya kita masih di beri kesempatan untuk berkumpul di pagi yang indah ini.
Ibu dan teman-teman sekalian, kita tahu sekarang ini kita telah memasuki zaman globalisasi. Hal ini dilihat dari berbagai kerja sama antar negara yang tidak lagi memikirkan batasan-batasan walau negara tersebut jauh di ujung dunia sekalipun. Salah satunya adalah penggunaan barang elektronik dan internet. Barang seperti Televisi, Handphone, maupun Komputer sekarang sudah bisa kita temui di mana saja. Pemakainya pun beragam mulai dari pelajar sampai tukang becak sekalipun, mereka semua sebagian besar sudah merasakan semua benda yang saya sebutkan tadi. Salah satunya adalah komputer, suatu peralatan elektronik yang sekarang ini paling banyak digunakan oleh orang-orang dari seluruh dunia. Komputer sekarang ini selalu di hubungkan ke internet agar kita bisa berhubungan dengan orang-orang dari seluruh dunia yang walaupun samudra memisahkan, paling tidak kita masih bisa ber e-mail ria (surat menyurat menggunakan komputer) atau chatting bersama.

Banyak hal-hal positif yang dapat kita lakukan menggunakan internet. Bagi para pelajar seperti kita misalnya mencari bahan-bahan presentasi atau lainnya menggunakan internet sangatlah berguna. Mencari berita-berita entertainment mulai dari dunia sampai yang bersifat permainan maupun musik bisa kita dapatkan dengan menggunakan internet. Sekarang ini juga banyak universitas-universitas sudah membuka pendaftaran melalui internet tanpa harus pergi ke universitas tersebut. Ini sangat memudahkan bagi siswa yang bercita-cita ingin kuliah keluar daerah tanpa harus datang ke universitas tersebut. Internet sekarang ini sudah menyebar dimana-mana salah satunya indonesia. Hal ini tidak bisa kita pungkiri lagi karena untuk mencapai semua itu, internet sangat berperan penting dalam berbagai kegiatan kita sebagai pelajar. Para mahasiswa sekarang ini pun banyak menggunakan internet untuk menyelesaikan skripsinya. Jadi, barang elektronik dan internet saat ini sangat berguna pada zaman globalisasi seperti sekarang ini.

Walaupun banyak hal positif yang bisa kita ambil dari era globalisasi seperti sekarang ini, tidak terlepas juga hal negatifnya. Penggunaan elektronik dan internet juga mempunyai efek negatif bagi pelajar seperti kita. Nonton televisi yang kelewat batas atau bermain game-game internet yang berlebihan salah satunya. Remaja juga bisa menjadi egois karena terlalu sering bergaul dengan benda elektronik maupun internet jika tanpa komunikasi dengan temannya. Dan yang paling parah banyak situs-situs ”tanda kutip” yang bisa diakses dengan mudahnya oleh anak-anak sekalipun saat menggunakan internet. Untuk itu perlu kesadaran diri dalam menyikapi era globalisasi ini agar kita bisa menghindarkan diri dari hal-hal negatif tersebut.

Sekian dari pidato saya yang singkat ini, dan mohon maaf jika ada salah kata terima kasih atas perhatiaannya

Wassalamua’alaikum Wr. Wb.

Selasa, 24 Maret 2009

Final Fantasy VII EC (End of Crisis) Maybe?


Ya, inilah postingan pertama gw , setelah sekian lama aq membuatnya, disini aq akan membahas tentang apa yang aq inginkan di akhir cerita FFVII.
Gw pingin ni game dirilis paling banter d PSP lah atau maksimal d Xbox360 (aq ga punya PS3, mahal bo' kasetnya itu loh) dengan gameplay yang solid dan seluruh karakter berperan sbgi playablenya.
Pertama gw pingin bahas tentang story yg gw inginkan, ceritax melanjutkan hidden ending Dirge of Cerberus. yaitu ketika Weiss diangkat oleh Genesis (FF VII Crisis Core) dan d bw terbang. Nah pingin gw lanjutin sprti ini, setelah bbrp bulan kemudian, trnyata ad sesuatu yang akan mengancam planet kmbli end itu adalah Genesis yg telah terbangun dari tidur panjangnya selama 3 Tahun lebih. Setelah membawa Weiss dia berencana membangkitkan Sephirot dan mulai untuk menguasai dunia. Akhirnya dia berhasil membuat sephirot bangkit kembali dengan menggunakan remnant yang mungkin blum berhasil diambil para Turks d awal Advent Children Northern creater. Genesis lalu menggabungkan dirinya dengan sephirot dan menjadi Perfect Winged Angel. Nah setelah itu Genesis mulai meneror Gaia, dengan kembali menghidupkan para anggota Tsviet, Kadaj n Gangnya dan terutama para Jenova. Lalu dia jg membuat pasukan kloning dirinya seperti Crisis Core. lalu para penjahat ini pun menyerang semua kota yg ditinggali oleh para pahlawan Gaia. Aku juga pingin game ini menampilkan para Weapon yang bangkit kembali karena merasa Gaia yg terancam kembali. Untuk gameplay mungkin harus mengombinasikan antara gameplay KH, Dissidia, DMC, n God of War. juga untuk Playable characters harus semuanya yg playable dan ditambah dengan Skill yang banyak n keren2. itu saja mungkin keinginanku untuk membuat akhir dari FF VII dengan gameplay n story yg keren d tambah lagi grafis yg minimal sama dengan Dissidia.